Sunday, 3 April 2011

Pentingnya Dam Prambatan Bagi Masyarakat Kota Batu , Alfi Nurhidayat )*


Seiring dengan perkembangan kota Batu dengan meningkatnya aktifitas penduduknya, menyebabkan perubahan tata guna lahan / alih fungsi lahan,  terutama pada daerah hulu. Hal ini berdampak terjadinya perubahan daerah resapan air (hutan) menjadi daerah pertanian holtikultura, peningkatan sedimentasi serta peningkatan aliran air permukaan. Kondisi tersebut diperparah dengan terjadinya bencana banjir beberapa waktu yg lalu.  Kerusakan terparah terjadi pada bangunan Dam Prambatan di daerah Gunungsari Kota Batu.

Foto Eksisting Kerusakan Dam Prambatan Kota Batu
Dari hasil identifikasi terhadap tingkat kerusakan yang terjadi, maka perlu segera dilakukan pembangunan kembali infrastruktur tersebut, sehingga kebutuhan air bagi petani dan peternak dapat terpenuhi. Dam Prambatan terbagi ke Jaringan Irigasi Prambatan Kanan dan Jaringan Irigasi Prambatan Kanan dimana kedua Jaringan Irigasi mengairi areal sawah tidak kurang dari 500 Ha. Bila tidak segera ditangani maka dikhawatirkan akan timbul permasalahan kekurangan air ketika musim kemarau yg sebentar lg akan tiba hingga munculnya konflik sosial diantara petani pemakai air di Kota Batu.
Saat ini kondisi dam Prambatan dilakukan penanganan sementara dg menggunakan dam Bronjong itupun saat ini jg rusak parah diterjang banjir beberapa wkt yg lalu.
Kami sangat berharap adanya bantuan anggaran dari Pemerintah Propinsi maupaun Pemerintah Pusat, mengingat keterbatasan anggaran di Pemerintah Kota Batu. Diprediksi bangunan Dam Prambatan ini menghabiskan dana sekitar 4 M (dari hasil DED yg telah dibuat.

 )* Kepala Seksi Pembangunan, Dinas Pengairan dan Bina Marga Kota Batu